Jumat, 23 Maret 2012

Khotbah Jum’at

Pembaca yang budiman, negara kita adalah negara majemuk yang sudah tentu terdapat perbedaan disana sini. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang khotbah jum’at, karena ketika kita sholat jum’at sebagian tempat ada khotbah yang menggunakan bahasa Indonesia(bahasa negara kita). Ada pula yang menggunakan khotbah bahasa Arab. Marilah kita perhatikan penjelasannya berikut ini:   

A.    Pengaruh 4 Madzab
Kita lihat dari 4 Madzab yang dikenal, yaitu Madzab Hanafi, Madzab Hambali, Madzab Syafi'i. dan Madzab Maliki.
  1. Imam Hanafi berpendapat “Boleh Khotbah dengan selain bahasa Arab meskipun mampu berbahasa Arab. Ketentuan ini berlaku untuk orang Arab maupun selain orang Arab”.
  2. Imam Hambali berpendapat “Tidak syah Khotbah dengan selain Bahasa Arab apabila masih ada yang mampu berbahasa Arab”.
  3. Imam Safi’i berpendapat “Disyaratkan rukun-rukun Khotbah menggunakan Bahasa Arab apabila masih ada yang mampu berbahasa Arab. Ketentuan ini berlaku khusus untuk orang Arab saja adapun selain orang Arab tidak disyaratkan”.
  4. Imam Maliki berpendapat “Disyaratkan Khotbah harus menggunakan bahasa Arab meskipun para hadirin yang menghadiri sholat Jum'at tidak mengerti bahasa Arab”.
Dari 4 Madzab tersebut, 2 Madzab(Imam Hambali dan Imam Maliki) mengharuskan menggunakan khotbah bahasa Arab. Untuk berhati-hati dalam masalah ini dan dalam rangka menjaga kemurnian agama islam, alangkah lebih baiknya khotbah menggunakan bahasa Arab.

B.     Bahasa yang digunakan oleh Nabi
Nabi menggunakan khotbah bahasa Arab, sehingga dengan menggunakan bahasa Arab juga, kita aman dari kesalahan.

C.    Ekspansi
Sewaktu para pengikut Islam mengadakan ekspansi(perluasan) ke negara-negara non-Arab, khotbah Jum'at yang digunakan tetap menggunakan bahasa Arab.
D.    Mengerti/Tidaknya Jamaah
Pada musim Haji, jamaah haji sebagian besar bukan dari negara Arab. Tentunya tidak semua jamaah haji bisa berbahasa Arab. Tapi bahasa yang digunakan oleh khotib Jum'at adalah bahasa Arab. Jika mengutamakan mengerti atau tidaknya jamaah haji terhadap bahasa yang digunakan, kita semua tahu bahwa bahasa Inggris adalah bahasa Internasional. Mengapa Para Syaikh tidak menggunakan bahasa Inggris saat khotbah Jum'at? Wallahu a’lam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar